24 April 2013

Klasifikasi Ilmiah BELALANG

Jeprat Jepret Belalang

Systema Naturae 2000 / Classification

- Suborder Caelifera -

Domain Eukaryota Whittaker & Margulis, 1978eukariota, organisme dengan sel kompleks, di mana bahan-bahan genetika disusun menjadi nuklei yang terikat membran, atau mudahnya disebut sebagai makhluk hidup yang memiliki membran inti sel. Sementara makhluk hidup yang tidak memiliki membran inti sel disebut prokariota (bakteri dan archaea).

Kingdom Animalia Linnaeus, 1758hewan, atau disebut juga binatang, fauna atau margasatwa (atau satwa saja), adalah kelompok organisme eukariotik yang mempunyai banyak sel tubuh yang terorganisasi dalam fungsi-fungsi yang berbeda. Tubuhnya pada akhirnya akan mempunyai bentuk yang tetap saat mereka berkembang, walaupun beberapa jenis akan mengalami metamorfosis dalam kehidupannya. Semua hewan merupakan organisme heterotrof, artinya tidak dapat membuat energi sendiri, tetapi harus mengambil dari lingkungan sekitarnya dengan cara mencari makan.

Subkingdom Bilateria Hatschek, 1888 – hewan yang mempunyai simetri bilateral, yaitu mempunyai bagian depan dan belakang, bagian sisi atas dan sisi bawah, paling tidak pada masa pertumbuhannya. Sementara hewan yang hanya mempunyai bagian atas dan bawah saja, seperti ubur-ubur, disebut hewan simetris radial. Bilateria memiliki tubuh yang berkembang dari tiga lapisan embrio yang berbeda, yang disebut endoderm, mesoderm, dan ektoderm. Oleh karena itu mereka disebut juga hewan triploblastik.

Branch Protostomia Grobben, 1908 – hewan yang pada masa perkembangan embrionya, lekukan (blastopora) yang dibentuk oleh embrio pada satu sisi akhirnya membentuk mulut. Sementara pada hewan lain, deuterostomia, lekukan asal itu akhirnya menjadi anus.

Infrakingdom Ecdysozoa Aguinaldo et al., 1997 – hewan yang memiliki kutikula (rangka luar/eksoskeleton) berlapis tiga yang terdiri atas bahan organik, yang diganti secara berkala bersamaan tumbuhnya hewan tersebut. Proses pergantian kulit ini disebut ekdisis. Eksoskeleton lama yang sudah kosong disebut eksuvia. Setelah ekdisis, hewan masih pucat dan berbadan lunak. Dalam waktu satu atau dua jam, kutikula akan mengeras dan menjadi lebih gelap. Pada masa yang pendek inilah, hewan bertumbuh, karena biasanya pada fase lain pertumbuhannya dibatasi oleh kekakuan eksoskeleton.

Superphylum Panarthropoda Nielsen, 1997 – hewan yang memiliki kaki, cakar, sistem saraf di perut (ventral nervous system) dan tubuh bersegmen atau terbagi.

Phylum Arthropoda Latreille, 1829arthropoda atau hewan berbuku-buku/hewan beruas, atau hewan berkaki buku, merupakan hewan yang mempunyai kerangka luar (eksoskeleton), tubuhnya terbagi-bagi dalam beberapa bagian atau segmen, dan mempunyai anggota tubuh yang bersendi.

Subphylum Mandibulata Snodgrass, 1938 – arthropoda yang memiliki mandibula atau rahang bawah yang dapat digunakan untuk menggigit, memotong atau memegang makanan.

Infraphylum Atelocerata – arthropoda yang bernafas dengan trakea atau corong hawa. Trakea adalah pembuluh halus yang bercabang-cabang sampai ke setiap sel tubuh arthropoda dan terhubung dengan stigma. Stigma atau spirakel merupakan lubang pernafasan tempat keluar masuknya udara. Stigma ini terdapat di sepanjang kedua sisi tubuh arthropoda. Oksigen yang masuk tidak diedarkan melalui darah, tetapi diedarkan melalui sistem trakea ini.

Superclass Panhexapoda – meliputi genus Devonohexapodus dan epiclass Hexapoda.

Epiclass Hexapoda Latreille, 1825 – arthropoda yang mempunyai 6 kaki (atau 3 pasang kaki) dimana kebanyakan arthropoda lain memiliki lebih dari 6 kaki.

Class Insecta Linnaeus, 1758serangga, arthropoda yang memiliki rangka luar (eksoskeleton) yang terbuat dari bahan kitin, mempunyai tiga bagian tubuh (kepala, dada, perut), tiga pasang kaki, bermata kompon dan mempunyai sepasang antena.

                (baca : KLASIFIKASI ILMIAH SERANGGA)

Subclass Dicondylia – mempunyai 2 titik artikulasi (penghubung) pada mandibula atau rahangnya yang membuat rahangnya dapat bergerak pada satu arah, tidak berputar.

Infraclass Pterygota Lang, 1888serangga bersayap, termasuk juga jenis serangga yang kini tidak lagi memiliki sayap tetapi dahulu nenek moyangnya merupakan jenis serangga bersayap.

Division Neoptera Martynov, 1923serangga bersayap yang dapat melipat sayap ke bagian perut. Kemampuan ini telah hilang pada beberapa kelompok kecil, seperti pada beberapa jenis kupu-kupu dan ngengat.

Superorder Orthopterida – terdiri dari 4 ordo dimana 2 diantaranya merupakan ordo dari jenis serangga yang telah punah, yaitu Caloneurodea dan Titanoptera. 2 lainnya adalah Orthoptera (belalang, jangkerik, belalang daun/katidid), dan Phasmatodea (serangga kayu, serangga daun).

Order Orthoptera Latreille, 1793 – terdiri dari bangsa belalang (grasshoppers, locusts) dari suborder Caelifera; dan bangsa jangkrik (crickets), jangkrik semak (katydids atau bush-crickets) dan serangga weta dari suborder Ensifera. Banyak serangga yang menjadi anggotanya yang dapat menghasilkan suara dengan cara menggesekan paha (femur) belakang mereka dengan sayap depan atau perut mereka (disebut stridulasi); atau karena kepakan sayapnya ketika sedang terbang. Serangga-serangga ini menggunakan getaran untuk mencari keberadaan serangga yang lain.
Orthopteran biasanya memiliki tubuh silinder dengan kaki belakang (hind legs) yang memanjang yang digunakan untuk melompat. Mereka mempunyai rahang (mandibula) dan mata kompon yang besar, dan pada beberapa spesies terdapat juga mata oseli (ocelli) atau mata tunggal yang berfungsi untuk mendeteksi intensitas cahaya. Antenanya mempunyai banyak sendi dengan panjang yang bervariasi.
Segmen pertama dan ketiga dari bagian dada (thorax) membesar, sementara segmen kedua jauh lebih pendek. Sayapnya terdiri dari 2 pasang yang panjangnya melebihi perut ketika dilipat ke perut saat istirahat. Sayap depan (forewings atau tegmina) lebih sempit dibandingkan sayap belakang (hindwings) dan mengeras pada pangkalnya. Sayap belakangnya merupakan membran yang memiliki vena atau pertulangan sayap yang lurus dan memiliki banyak vena yang bersilangan. Saat istirahat, sayap belakangnya terlipat seperti kipas dan berada di bawah sayap depan. 2-3 dari segmen terakhir pada bagian perut memendek dan memiliki 1 segmen cerci. Cerci merupakan sepasang organ tubuh serangga yang terletak pada segmen paling belakang yang secara umum dapat berfungsi sebagai organ sensor, senjata, alat bantu dalam proses perkawinan atau bisa juga merupakan suatu bagian yang telah kehilangang fungsinya (vestigial structures).
Orthopteran merupakan serangga yang mengalami metamorfosis tidak sempurna (hemimetabolism atau hemimetaboly) dimana siklus hidupnya hanya meliputi 3 tahapan saja : telur, nimfa dan imago (serangga dewasa). Nimfanya mengalami perubahan secara bertahap dan menjadi imago tanpa adanya tahapan pupa (kepompong). Nimfanya seringkali menyerupai serangga dewasa, baik itu dari segi kebiasaan ataupun makanan, tetapi tanpa sayap dan organ reproduksi yang berfungsi.

Suborder Caelifera Ander, 1939bangsa belalang (grasshoppers, locusts). Bangsa belalang hampir serupa dengan bangsa jangkrik namun dapat dibedakan antara lain berdasarkan dari jumlah segmen pada antena, struktur ovipositor, lokasi dari telinga dan juga pada suara yang dihasilkannya.  Bangsa belalang kadang disebut juga dengan nama belalang berantena pendek (short-horned grasshoppers) untuk membedakannya dengan jangkrik semak (bush crickets atau katydids) dari subordo Ensifera yang disebut juga dengan nama belalang berantena panjang (long-horned grasshoppers) dimana panjang antenanya dapat melebihi tubuh mereka. Bangsa jangkrik setidaknya mempunyai 20-24 segmen pada antenanya, sementara bangsa belalang mempunyai segmen yang lebih sedikit.
Belalang mempunyai ovipositor (organ untuk bertelur) yang lebih pendek dibandingkan dengan yang dimiliki oleh jangkerik atau belalang daun. Telinga belalang (tympana), jika ada, berada di segmen pertama dari perut, sementara telinga jangkerik dan belalang daun terletak pada kaki (tibia) depannya. Belalang mempunyai rahang bawah (mandible) yang digunakan untuk memotong dan merobek makanannya yang biasanya berupa tanaman. Beberapa jenis belalang dapat menghasilkan suara dengan cara menggesek-gesekan kaki belakang mereka yang panjang dan kuat yang digunakan untuk melompat (hind femurs) ke sayap depan atau perut mereka, atau dengan mengepakan sayapnya saat terbang.
Spesies belalang yang dapat mengalami perubahan warna dan kebiasaan pada saat tingkat populasinya tinggi disebut dengan nama locusts.

Suborder Caelifera terdiri dari 2 infraorder, yaitu:

Infraorder Acrididea MacLeay, 1821

Infraorder Tridactylidea Brulle 1835 

Catatan: nama yang ada di belakang suatu takson adalah nama pengarang atau pendeskripsi takson tersebut, sementara angka tahunnya menunjukan tahun dimana takson tersebut pertama kali dipublikasikan.


Referensi

No comments:

Post a Comment